Mar
07
Disfungsi Seksual dan cara mengatasinya
Spread the love

Disfungsi seksual

Disfungsi Seksual
Disfungsi Seksual

 adalah istilah yang dikenal sebagai gangguan seksual. Disfungsi seksual pada kaum pria adalah semua gangguan yang bisa menyebabkan penurunan fungsi seksual pada pria. Gangguan fungsi seksual ini bisa saja terjadi pada satu atau lebih siklus respon seksual. Pada kaum pria, menurut Master and Johnson, respon seksual ternyata lebih bersifat linier, yaitu exitasi, plateu, puncak orgasme dan resolusi. Andaikan salah satu saja dari keempat respon seksual tersebut mengalami hambatan akan dapat menimbulkan disfungsi seksual pada kaum pria. Walaupun masalah atau disfungsi seksual pada perempuan lebih sering terjadi, namun tidak sedikit ternyata kaum pria yang mengalaminya dan kebanyakan tidak terungkap. Padahal sebagian besar dari disfungsi seksual pada pria sangat mudah disembuhkan apabila dilakukan konsultasi kepada ahlinya. Adanya mitor-mitos dan cerita tentang keperkasaan pria menyebabkan para pria yang mengalami disfungsi seksual kemudian mengambil jalan pintas tanpa terlebih dahulu mengetahui apa penyebab masalahnya.

 

Penyebab disfungsi seksual pada pria

Hampir sama dengan perempuan, penyebab disfungsi seksual pada pria bisa disebabkan oleh gangguan fisiologis atau psikologis. Penyebab dari fisiologis misalnya dikarenakan adanya masalah kesehatan secara umum yang juga bisa menyebabkan gangguan fungsi seksual. Misalnya diabetes mellitus, gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan neurologis syaraf, ketidakseimbangan hormon, dan berbagai macam – macam penyakit kronis lain misalnya gagal ginjal, penyakit hati hepatis, alkohlisme dan penyalahgunaan napza jangka panjang. Penyebab dari psikologis juga termasuk diantaranya adalah kegalauan, stress, kecemasan, depresi terhadap vitalitas seksual, permasalahan hubungan rumah tangga, masalah relasi, perasaan sangat bersalah, dan juga karena masalah trauma seksual di masa lampau.

Baik pria maupun perempuan dapat mengalami disfungsi seksual. Gangguan ini juga ternyata bisa terjadi pada usia berapapun setelah akil balig. Umumnya mereka yang juga sering sekali terkena gangguan ini adalah pada usia-usia tua (geriatri), dan dihubungkan dengan menurunnya fungsi fisiologis tubuh dikarenakan pengaruh penuaan. Pada pria sangat berbeda dengan pada perempuan. Perempuan juga akan mengalami menopause, dimana terjadinya penurunan fungsi reproduksi namun tidak terjadi penurunan fungsi seksual. Sedangkan pada kaum pria dapat juga terjadi andropause, dimana terjadi penurunan drastis fungsi seksual namun tidak terjadi penurunan fungsi reproduksi. Penurunan fungsi seksual yang  juga paling sering terjadi pada pria adalah gangguan pada ejakulasi, disfungsi saat ereksi dan gangguan libido.

 

Gangguan ejakulasi

Ada beberapa jenis gangguan ejakulasi, yaitu :

  • Ejakulasi dini atau disebut dengan premature ejaculation. Gangguan ini dikenal oleh masyarakat secara umum untuk semua keluhan ejakulasi yang terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi. Ini merupakan bentuk dari paling umum dari disfungsi seksual pada pria. Umumnya disebabkan oleh karena faktor psikologis atau kurangnya pengalaman seksual seseorang.
  • Ejakulasi terhambat atau disebut retarded ejaculation. Ini adalah merupakan kebalikan dari ejakulasi dini, dimana ejakulasi terjadi ketika untuk waktu yang sangat lama atau tidak terjadi sama sekali. Ini bentuk dari yang kurang umum terjadi. Beberapa obat-obatan dari anti depresan dapat menyebabkan gangguan ini. Trauma pada tulang belakang juga dapat menyebabkan berkurang atau hilangnya respon rangsangan pada daerah seksual pria sehingga menyebabkan ejakulasi yang terhambat.
  • Ejakulasi retrogade adalah kelainan ejakulasi dimana sperma yang seharusnya terpancar keluar melalui urethra namun malah berbalik menuju ke kandung kemih. Sehingga pada kaum lelaki yang mengalami keluhan ini biasanya disertai dengan gangguan infertilitas. Gangguan ini sangat sering umum terjadi pada pria-pria dengan diabetes yang mengalami neuropati diabetik. Gangguan persarafan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan saraf-saraf pada kandung kemih untuk berespon terhadap siklus seksual. Selain diabetes mellitus, gangguan ini juga bisa disebabkan karena penggunaan obat-obatan anti depresan tertentu.

Pada sebagian besar kasus, ejakulasi dini atau ejakulasi terhambat umumnya disebabkan oleh faktor psikologis, misalnya pandangan tentang seks itu sangat kaku, kurangnya daya tarik terhadap pasangan dan pasca traumatik. Sedangkan untuk retrogade ejaculation umumnya disebabkan karena gangguan fisik.

 

Disfungsi Ereksi

Gangguan ini kemudian dikenal sebagai impotensi. Disfungsi ereksi didefinisikan juga sebagai ketidakmampuan untuk bisa atau mempertahankan ereksinya sehingga dengan ketidakmampuannya tersebut menjadi tidak dapat melakukan penetrasi secara terus menerus dalam jangka waktu minimal tiga bulan. Penyebab disfungsi ereksi sebenarnya berbagai macam, termasuk salah satu diantaranya menurunnya aliran darah ke pembuluh darah penis (misalnya atherosclerosis), gangguan sistem persarafan (neurologis), gangguan psikologis, stress, depresi berat, kecemasan, kegalauan seksual dan trauma pada penis. Berbagai macam dari penyakit kronis juga bisa menimbulkan gangguan ini, termasuk juga pengkonsumsian atau penyalahgunaan napza jangka panjang. Disfungsi ereksi adalah merupakan indikator kesehatan secara umum karena umumnya disfungsi ereksi berhubungan dengan endethelial dysfunction atau gangguan dinding kapiler pembuluh darah. Ada beberapa riset penelitian yang mengkaitkan hubungan antara munculnya nyeri dada dan disfungsi ereksi. Seseorang bisa saja dengan nyeri dada yang berhubungan dengan gangguan jantung umumnya akan berlanjut dengan disfungsi ereksi.

 

Gangguan Libido

Gangguan ini didefinisikan sebagai penurunnya hasrat atau keinginan untuk berhubungan seksual dan terlibat dalam setiap aktifitas seksual apapun. Gangguan ini bisa juga disebabkan oleh karena gangguan fisik dan psikis. Secara fisik, penurunan libido hasrat seksual bisa disebabkan karena rendahnya hormon testosteron. Sedangkan penyebab dari psikis biasanya dikarenakan kecemasan dan depresi. Beberapa dari penyakit kronis juiga mampu menurunkan libido seks, misalnya diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi. Hubungan dari pernikahan dan relasi pasangan mempunyai hubungan yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan libido seks pada pria.

 

Untuk mendiagnosa disfungsi seksual pada pria, biasanya akan dilakukan anamnesa wawancara untuk mengetahui latar belakang, gejala yang terjadi dan kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik. Sangatlah penting sekali untuk mencari penyebab utamanya, misalkan apakah ada penyakit yang kronis atau kondisi depresi dan kecemasan yang dapat menyebabkan disfungsi seksual tersebut. Seperti sebuah lingkaran yang melingkar, biasanya penyebabnya tidaklah tunggal. Penyebab fisik akan dapat bisa menyebabkan gangguan psikologis, demikian pula juga sebaliknya. Bergantung kepada gangguan fisiknya, mungkin perlu juga dirujuk kepada urolog atau ahli penyakit dalam. Jika ditemukan adanya gangguan yang sifatnya psikologis mungkin perlu dilakukan konseling dan terapi pasangan.

 

Disfungsi seksual dapat disembuhkan

Prinsip dari penanganan disfungsi seksual adalah mencari penyebabnya. Kemudian melakukan modifikasi merubah gaya hidup, misalnya bagi yang suka merokok sebaiknya mengurangi rokok atau bagai yang tidak pernah berolahraga mulai melakukan aktifitas olahraga rutin. Setelah diketahui apa penyebabnya, mungkin perlu dilakukan segera bantuan medikasi misalnya dengan PDE-5 inhibitor (sildenafil, tadalafil atau vardenafil). Jika gangguan terkait dengan ereksi, langkah terakhir yang dapat dilakukan seandainya semua usaha diatas tidak memberikan hasil adalah dengan tindakan intervensi fisik, misalkan dengan vakum, injeksi intravena pada urat nadi, medicated uretheral system for erection (MUS), penanaman prosthesis dan operasi revaskularisasi penis.

Tindakan penyembuhan yang paling penting lagi adalah edukasi. Sebagian besar dari pasien dengan disfungsi seksual mengalami keluhan berulang dan merasa tidak sembuh-sembuh dikarenakan kurangnya edukasi oleh tenaga kesehatan. Adanya faktor – faktor bahwa obat-obatan ini mudah didapat juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan disfungsi seksual.

Konseling dengan pasangan hidup juga merupakan salah satu kunci penyembuhan disfungsi seksual, karena terapis yang paling utama adalah pasangan seks nya.

 

Mencegah disfungsi seksual

Pencegahan disfungsi seksual sanbat berhubungan dengan pencegahan penyebabnya. Penyebab psikologis yang sangat sulit untuk dihindari, namun dengan cara manajemen stres yang baik dapat mengurangi risiko disfungsi seksual. Untuk berbagai dari penyebab fisik umumnya lebih mudah dilakukan tindakan dari pencegahan itu sendiri. Prinsipnya adalah mengikuti Tria Pencegahan, yaitu :

  • Hindari rokok dan alkohol
  • Tingkatkan kualitas makanan (turunkan lemak dan naikkan serat)
  • Perbanyak aktifitas olahraga

Setelah Anda membaca artikel tentang disfungsi seksual ini, apakah anda mengetahui ada bahwa ada obat atau jamu yang khusus untuk mengatasi disfungsi seksual? Untuk lebih jelasnya, segera saja Anda Klik link di bawah ini.

Klik Link Ini “Disfungsi Seksual”